MENGENAL UPS
UPS adalah singkatan dari Uninterruptible Power Supply atau dalam bahasa Indonesia disebut Catu Daya Tak Terputus. Perangkat ini berfungsi sebagai sumber daya cadangan otomatis yang menyediakan listrik sementara ketika sumber listrik utama (PLN) padam atau terganggu. Fungsi utamanya adalah melindungi peralatan elektronik agar tidak mati mendadak, memberikan waktu untuk menyimpan data dan mematikan perangkat dengan aman, serta menjaga agar perangkat tetap stabil dari lonjakan dan fluktuasi tegangan.
Cara Kerja UPS
UPS bekerja dengan cara mengumpulkan daya listrik dari sumber utama dan secara terus-menerus mengisi baterai internalnya. Saat pasokan listrik utama stabil, UPS akan menyediakan daya langsung ke perangkat melalui konversi daya AC ke DC tanpa mengandalkan baterai. Akan tetapi, bila terjadi gangguan pada pasokan listrik utama, UPS secara otomatis akan beralih ke baterai dan mengonversi daya DC kembali ke AC sehingga perangkat tetap dapat beroperasi.
- Rectifier, atau penyearah, adalah perangkat elektronik yang berfungsi untuk mengubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi arus listrik searah (DC). Proses ini penting untuk memberi daya pada perangkat elektronik yang memerlukan arus DC dan untuk mengisi ulang baterai.
- Inverter adalah perangkat elektronik yang mengubah arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC). Fungsi utamanya adalah untuk mengubah daya dari sumber DC seperti baterai atau panel surya menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh peralatan listrik AC standar, seperti lampu, motor, dan peralatan rumah tangga. Inverter banyak digunakan untuk meningkatkan efisiensi energi dan memungkinkan penggunaan berbagai perangkat elektronik di berbagai sistem, mulai dari kendaraan listrik hingga sistem energi surya.
Mengenal mode pengoperasian pada UPS adalah hal penting untuk untuk memilih system operasi yang sesuai kebutuhan saat UPS operasional. Berikut adalah beberapa mode system operasi yang umum pada UPS :
- Mode inverter
Mode inverter pada UPS adalah mode yang digunakan untuk mengubah arus DC yang tersimpan di baterai UPS menjadi arus AC yang digunakan untuk memberikan daya pada peralatan listrik. Mode inverter ini digunakan ketika terjadi pemadaman listrik dan UPS harus memberikan daya cadangan pada peralatan listrik yang terhubung ke UPS.
- Mode bypass
Mode bypass pada UPS adalah mode operasi yang memungkinkan arus listrik untuk melewati UPS dan langsung menuju peralatan yang dihubungkan ke UPS. Dalam mode ini, UPS tidak melakukan konversi daya dan hanya bertindak sebagai “jembatan” atau “penghubung” antara sumber listrik dan peralatan.
- Fungsi utama:
- Menyediakan daya cadangan:Saat listrik padam, UPS secara otomatis beralih ke baterai internalnya untuk terus menyuplai listrik ke perangkat yang terhubung.
- Memberi waktu:Memberikan waktu yang cukup untuk melakukan shutdown yang aman atau menyalakan sumber daya cadangan lain seperti generator.
- Menstabilkan tegangan:Melindungi peralatan dari lonjakan tegangan atau gangguan listrik lainnya dengan menyalurkan tegangan yang stabil.
- Contoh penggunaan:
- Komputer dan server
- Peralatan rumah sakit
- Peralatan telekomunikasi
- Pusat data
Jenis-Jenis UPS
Terdapat beberapa jenis UPS yang berbeda satu dengan yang lain lantaran setiap jenisnya dirancang untuk keperluan dan lingkungan yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa jenis UPS yang umum digunakan:
1. Standby UPS
Jenis UPS ini memberikan perlindungan dasar dengan biaya yang lebih terjangkau. Saat pasokan listrik utama normal, UPS offline hanya berfungsi sebagai penyambung langsung ke perangkat. Ketika terjadi pemadaman listrik, UPS baru akan beralih ke baterai dan menyediakan daya.
Keunggulan dari jenis UPS ini meliputi biaya yang terjangkau, efisiensi yang tinggi, dan desain yang kompak. Namun, di sisi lain, terdapat kekurangan seperti penggunaan baterai saat listrik padam dan tidak cocok untuk pemakaian beban di atas 2kVA. Jenis UPS ini paling cocok digunakan oleh pengguna personal.
2. Line-Interactive UPS
UPS ini menawarkan fitur tambahan berupa pengatur tegangan otomatis. UPS line-interactive dapat menyesuaikan tegangan keluaran sesuai dengan fluktuasi tegangan masukan tanpa harus beralih ke baterai.
Kelebihannya meliputi kehandalan yang tinggi, efisiensi yang baik, serta penyesuaian voltase yang optimal. Namun, kekurangannya adalah tidak cocok untuk digunakan di atas kapasitas 5kVA. UPS ini sering digunakan dalam situasi ketidakstabilan pasokan listrik.
3. UPS Double Conversion Online
Jenis UPS ini menyediakan perlindungan paling baik karena selalu menyediakan daya melalui konversi daya AC ke DC dan segera kembali ke AC. UPS online memberikan ketahanan maksimal terhadap gangguan listrik, tetapi biaya dan konsumsi daya dapat lebih tinggi.
Kelebihan dari UPS ini adalah kemampuannya dalam menyesuaikan voltase dengan sangat baik dan mudah untuk disambungkan secara paralel. Namun, di sisi lain, UPS ini memiliki kekurangan berupa efisiensi yang rendah dan harga yang mahal khususnya untuk tipe dengan daya di bawah 5kVA. Meskipun mendekati gambaran ideal UPS, namun perangkat ini menghasilkan panas yang cukup tinggi.
Jadi, UPS atau Catu Daya Tidak Terputus merupakan salah satu solusi penting untuk melindungi perangkat elektronik dari gangguan pasokan listrik yang tidak stabil. Dengan berbagai jenis UPS yang tersedia, pengguna dapat memilihnya sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perlindungan yang diinginkan. Penggunaan UPS secara tepat dapat meningkatkan keandalan perangkat elektronik, mencegah potensi kerusakan, dan meminimalisir kehilangan data akibat gangguan listrik.

