choosing the right resistor type 0.jpg

Pengertian Resistor

resistor realistic

Resistor adalah komponen elektronik pasif yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran arus listrik dalam suatu rangkaian. Komponen ini memiliki nilai resistansi tertentu yang dinyatakan dalam satuan Ohm (Ω).

Resistor bekerja berdasarkan hukum Ohm, yaitu:

V = I × R

(di mana V = tegangan, I = arus, dan R = resistansi)

Dengan kata lain, resistor menentukan seberapa besar tegangan yang akan jatuh (drop) terhadap arus listrik yang mengalir melewatinya.

️ Penjelasan Tambahan:

  • Resistor tidak menyimpan energi, tetapi mengubah energi listrik menjadi panas.
  • Digunakan di hampir semua perangkat elektronik — mulai dari senter, radio, televisi, komputer, hingga alat ukur dan kendali industri.
  • Memiliki berbagai jenis dan ukuran, sesuai kebutuhan daya dan akurasi.

🎯 Fungsi Umum Resistor:

  • Mengatur atau membatasi arus listrik dalam rangkaian
  • Membagi tegangan antar komponen
  • Menyesuaikan level sinyal (attenuator)
  • Melindungi komponen sensitif seperti LED
  • Digunakan sebagai pull-up atau pull-down resistor dalam rangkaian digital.

🧩 Jenis-jenis resistor

  1. Berdasarkan Nilainya
  2. Resistor Tetap (Fixed Resistor)

Resistor ini memiliki nilai hambatan yang tidak dapat diubah. Biasanya digunakan untuk mengatur arus atau tegangan tertentu secara konstan pada rangkaian.
Contoh:

  • Resistor karbon (Carbon Composition Resistor) – umum digunakan, terbuat dari campuran karbon dan resin.
  • Resistor film logam (Metal Film Resistor) – lebih presisi, tahan terhadap perubahan suhu.
  • Resistor kawat (Wire Wound Resistor) – dibuat dari gulungan kawat resistif, digunakan untuk daya tinggi.
  1. Resistor Variabel (Variable Resistor)

Nilai hambatannya dapat diubah sesuai kebutuhan.

Contoh :

  • Potensiometer (Potentiometer) – digunakan untuk mengatur volume radio, intensitas cahaya, dll.
  • Rheostat – digunakan dalam rangkaian arus besar untuk mengatur arus.
  • Trimmer – resistor variabel kecil yang disesuaikan hanya saat kalibrasi alat elektronik.
  1. Berdasarkan Fungsinya
  2. Thermistor (Thermal Resistor)

Nilai hambatannya berubah karena perubahan suhu.
Jenisnya:

  • NTC (Negative Temperature Coefficient) – hambatan menurun jika suhu naik.
  • PTC (Positive Temperature Coefficient) – hambatan naik jika suhu naik.
    Contoh: sensor suhu, pelindung rangkaian.
  1. LDR (Light Dependent Resistor)

Nilai hambatannya berubah karena intensitas cahaya.
Semakin terang cahaya, semakin kecil hambatannya.
Contoh: lampu otomatis, sensor cahaya.

  1. Varistor (Voltage Dependent Resistor)

Nilai hambatannya berubah terhadap tegangan.
Digunakan untuk melindungi rangkaian dari lonjakan tegangan (surge protector).

  1. Berdasarkan Daya Tahan (Power Rating)

Resistor juga dibedakan menurut kemampuan menahan daya panas (watt):

  • ¼ watt → umum di rangkaian elektronik kecil
  • 1 watt, 5 watt, 10 watt → untuk rangkaian daya besar (misalnya power supply atau motor)

Kode Warna Resistor

 

Warna Gelang pertama Gelang Kedua Gelang ketiga

(Muultiplier)

Gelang Keempat

(Toleransi)

Temp.

Koefisien

Hitam 0 0 100    
Coklat 1 1 101 1% 100 ppm
Merah 2 2 102 2% 50 ppm
Jingga 3 3 103   15 ppm
Kuning 4 4 104   25 ppm
Hijau 5 5 105 0,5%  
Biru 6 6 106 0,25%  
Ungu 7 7 107 0,10%  
Abu-abu 8 8 108 0,05%  
Putih 9 9 109    
Emas 10-1 5%  
Perak 10-2 10%  
Polos 20%  

 

Resistor umumnya memiliki 4 atau 5 gelang warna untuk menunjukkan nilainya. Setiap warna memiliki nilai sebagai berikut:

  1. Contoh Perhitungan Nilai Resistor

Contoh 1: Resistor 4 gelang warna

Misalnya warna: Merah – Ungu – Coklat – Emas

Langkah-langkah:

  • Merah = 2
  • Ungu = 7
  • Coklat = ×10
  • Emas = ±5%

👉 Jadi: 27 × 10 = 270 Ω ±5%

Contoh 2: Resistor 5 gelang warna

Misalnya warna: Coklat – Hitam – Hitam – Merah – Coklat

Langkah-langkah:

  • Coklat = 1
  • Hitam = 0
  • Hitam = 0
  • Merah = ×100
  • Coklat = ±1%

👉 Jadi: 100 × 100 = 10.000 Ω = 10 kΩ ±1%

Contoh Soal:

Resistor: Merah – Merah – Coklat – Emas

→ 2 2 × 10 = 220 ohm ±5%

Resistor: Oranye – Oranye – Merah – Emas

→ 3 3 × 100 = 3.300 ohm (3,3 kΩ) ±5%

🔧 Kesimpulan

Resistor adalah komponen dasar namun sangat penting dalam setiap rangkaian elektronika. Komponen ini berfungsi mengatur, membatasi, dan membagi arus listrik agar perangkat dapat bekerja dengan aman dan efisien. Dengan memahami jenis-jenis resistor dan cara kerjanya, kita dapat merancang serta memperbaiki rangkaian elektronik dengan lebih tepat.

Jenis Resistor Ciri Utama Contoh Penggunaan
Tetap Nilai tetap Pembagi tegangan
Variabel Dapat diatur Volume radio
Thermistor Peka suhu Sensor suhu
LDR Peka cahaya Lampu otomatis
Varistor Peka tegangan Pelindung tegangan

 

Temukan Artikel Menarik lainnya di Akademielektro.com

Abi Nurhidayat

By Kiki Kuswendi

Person who have many imagination and need time and hardwork to make it real

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *